Kepastian Hukum Peralihan Hak atas Tanah Melalui Jual Beli Bersertipikat dan Beritikad Baik
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang kepastian hukum peralihan hak atas tanah melalui jual beli bersertipikat dan beritikad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah berdasarkan sertipikat yang telah diterbitkan secara sah dan diperoleh dengan itikad baik serta menganalisis tentang penerapan itikad baik dalam menentukan kepemilikan hak atas tanah dalam gugatan pembatalan akta jual beli di Pengadilan Negeri. Metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sistem pendaftaran tanah negatif bertendensi positif memberikan perlindungan hukum yang kuat namun tidak mutlak kepada pemegang sertipikat yang beritikad baik. Kepastian hukum kepemilikan tanah tidak hanya bergantung pada legitimasi formal sertipikat, tetapi juga pada keabsahan substantif proses perolehan hak. Penerapan prinsip itikad baik dalam gugatan pembatalan akta jual beli memerlukan pertimbangan komprehensif terhadap penguasaan fisik yang terbuka, ketidaktahuan terhadap cacat hukum, dan konsistensi tindakan hukum.
Referensi
Adjie, H. (2013). Kebatalan dan pembatalan akta notaris. Bandung: Refika Aditama.
Chomzah, A. A. (2002). Hukum pertanahan: Seri hukum pertanahan I – Pemberian hak atas tanah negara dan seri hukum pertanahan II – Sertipikat dan permasalahannya. Jakarta: Prestasi Pustaka.
______________. (2005). Hukum agraria (pertanahan Indonesia) (Jil. 2). Jakarta: Prestasi Pustakaraya.
Daliyo, J. B., dkk. (2001). Hukum agraria I (Cet. ke-5) Jakarta: Prehallindo.
Hartanto, A. (2013). Hukum pertanahan: Karakteristik jual beli tanah yang belum terdaftar hak atas tanahnya. Surabaya: Laksbang Justitia
Harsono, B. (2005). Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.
Isnaini, R. (2021). Digitalisasi pertanahan sebagai instrumen pencegahan sengketa. Jurnal Hukum Agraria, 6(1), 22–36.
Sutedi, A. (2011). Sertifikat hak atas tanah. Jakarta: Sinar Grafika.
Thompson, M. P. (2001). Modern Land Law. First Published, 88-89.
Waluyo, B. (2002). Penelitian hukum dalam praktek. Jakarta: Sinar Grafika.
2. Artikel Jurnal Ilmiah
Baskoro, Wahyu, and Bambang Tri Bawono. “Jurisdiction Overview Implementation of Rights Transfer to Land & Building Registration with Selling-Buying Deed.” Sultan Agung Notary Law Review, 2021. https://doi.org/10.30659/SANLAR.V3I3.16233.
Clarista, Livia, and Endang Pandamdari. “Akibat Hukum Pembatalan Akta Jual Beli (AJB) Atas Tanah Oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 888/K/PDT/2016.” Jurnal Hukum Adigama, 2018. https://doi.org/10.24912/adigama.v1i2.2745.
Dewanto, Gerryd Zauhar, and S Septarina Budiwati. “Perjanjian Pengikatan Jual-Beli Tanah (Analisis Kontrak Pengikatan Jual Beli Tanah Di Notaris –PPAT Surakarta),” 2017. https://consensus.app/papers/perjanjian-pengikatan-jualbeli-tanah-analisis-kontrak-dewanto-budiwati/f3688ed6d8d55ce88283f53109fe6b14/.
Dina, Fadhila. “Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Tanah Yang Terikat Hak Tanggungan Di Kota Padang,” 2019. https://consensus.app/papers/perjanjian-pengikatan-jual-beli-atas-tanah-yang-terikat-dina/31c13b76246f5244bd0d7aee63a63be6/.
Giovanni Rondonuwu. "Kepastian Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Berdasarkan Pp Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah", 2017. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/16104/15610.
Intan Imadhani, Budi Santoso. "Keabsahan Hukum Peralihan Hak Atas Tanah pada Proses Jual Beli di Bawah Tangan" 17 (2024). https://ejournal.undip.ac.id/index.php/notarius/article/view/50651
Kusuma, I, P Seputra, and L Suryani. “Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Berdasarkan Hukum Adat” 1 (2020): 213–17. https://doi.org/10.22225/JUINHUM.1.2.2478.213-217.
Laila, Fathul, A Budiono, and Iwan Permadi Istislam. “The Manifestation of Good Faith Principles in Transfer and Registration of Land Rights Based on Pancasila Perspective.” Journal of Law, Policy and Globalization 93 (2020): 130–34. https://doi.org/10.7176/jlpg/93-13.
Legawantara, Made Erik Krismeina, Desak Gde Dwi Arini, and L Suryani. “Akibat Hukum Perjanjian Jual Beli Hak Atas Tanah” 1 (2020): 112–17. https://doi.org/10.22225/JUINHUM.1.1.2196.112-117.
Mardesiska, Silvi, Zainul Daulay, and A Fendri. “Status of Sale and Purchase Agreement for Transfer of Land Right According to Indonesian Legal System.” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 6 (2020): 627–33. https://doi.org/10.18415/IJMMU.V6I6.1286.
Marfizola, Geni, Kurnia Warman, and Hengki Andora. “Peralihan Hak Atas Tanah Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Yang Para Pihak Meninggal Dunia Di Kabupaten Pesisir Selatan” 3 (2020): 1–17. https://doi.org/10.22216/SOUMLAW.V3I1.4135.
Mayuni, Endry, and Maria Suhita. “Auction Winner Legal Protection Execution of Liability for Land Rights in Absentee” 3 (2020): 39–46. https://doi.org/10.47814/IJSSRR.V3I4.57.
Nayoga, Yudhi Purnaya. “Pelaksanaan Peralihan Hak Milik Melalui Jual Beli Di Kantor Pertanahan Kabupaten Blora,” 2018. https://consensus.app/papers/pelaksanaan-peralihan-hak-milik-melalui-jual-beli-di-nayoga/abd96c5f02725f7c8284194acfad911c/.
Priscilla, Paulina. “Analisis Yuridis Keabsahan Perjanjian Jual Beli Tanah Di Bawah Tangan Dalam Peralihan Kepemilikan Tanah (Studi Kasus Putusan Nomor 461/Pdt.G/2017/PN.SMG),” 2019. https://consensus.app/papers/analisis-yuridis-keabsahan-perjanjian-jual-beli-tanah-di-priscilla/f711fef384515cb4ba75fb33e73b718e/.
Priyono, Devendra Dovianda. “Cancellation of Deed of Sale and Purchase of Land Rights and Deed of Granting Mortgage Based on Court Decision.” Social Science Studies, 2021. https://doi.org/10.47153/sss11.1972021.
Putra, Abdul Hadi, Suprayitno, and H Sinaga. “Due to the Law of Sale and Purchase Interest in Land Certified Based on Irrevocable Power of Attorney (Study Decision No.402/K/TUN/2017).” International Journal of Research 7 (2020): 47–53. https://consensus.app/papers/due-to-the-law-of-sale-and-purchase-interest-in-land-sinaga-suprayitno/7c0f95801a8f59f686743a6b92526f23/.
Putra, Zaldi Pratama Bagus. “The Basics of Good Faith and Good Intention in Land Purchase System in Indonesia” 1 (2020). https://doi.org/10.15294/jllr.v1i4.39782.
Santosa, Keri, and Lathifah Hanim. “Perlindungan Hukum Bagi Pihak-Pihak Yang Beritikad Baik Dalam Pembatalan Perjanjian Jual Beli Tanah Dan Bangunan (Studi Kasus Nomor 29/Pdt. G/2014/PN. Wsb)” 4 (2017): 167–73. https://doi.org/10.30659/AKTA.4.2.167.
Saparwadi, Saparwadi, A Munandar, and W Putro. “Legal Protection against Buyer in Good Faith on Dual-Certified Land.” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 7 (2020): 498–505. https://doi.org/10.18415/IJMMU.V7I5.1717.
Shinta, Nandhita Luh, and S Septarina Budiwati. “Pengikatan Jual Beli Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah Kaveling Antara Penjual Dan Pembeli Di Notaris-Ppat Boyolali(Studi Penerapan Asas Kebebasan Berkontrak),” 2019. https://consensus.app/papers/pengikatan-jual-beli-dalam-perjanjian-jual-beli-tanah-budiwati-shinta/3d3bdc365c375d7e9d06e36c6df2ae6c/.
Susilaningsih, Tri. “Terbitnya Sertifikat Hak Atas Tanah Akibat Peralihan Hak Yang Cacat Hukum” 8 (2017): 118–28. https://doi.org/10.26905/IDJCH.V8I1.1737.
Syarif, H, A Fendri, and Delfiyanti Delfiyanti. “Transfer of Land Rights Based on the Data Authorization of Selling in Terms of Authority Giver Died in Pekanbaru.” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 2019. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v6i4.1071.
Tentang, T, Tanggung Jawab, H Terhadap, Jual Tanah, D Rumah, D Sukoharjo, Halaman Persetujuan, et al. “Tinjauan Yuridis Tentang Tanggung Jawab Hukum Terhadap Perjanjian Jual Beli Tanah Dan Rumah Di Kabupaten Sukoharjo,” 2019. https://consensus.app/papers/tinjauan-yuridis-tentang-tanggung-jawab-hukum-terhadap-tanggung-hukum/e05c7af84be553779ce7ecaab5b1b170/.
Usada, Albertus, I Gusti, Ayu Ketut, R Handayani, and Lego Karjoko. “A Philosophical Orientation: Judges Decision for Good Faith Land Sale and Purchase Cases in Indonesia.” Proceedings of the International Conference on Environmental and Energy Policy (ICEEP 2021), 2021. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211014.002.
Wardhani, Aprina, Ferdi Ferdi, and M Hasbi. “Transition of Rights Ownership over Land Based on Absolute Power of Attorney (A Study of Civil Case Number 90/PDT.G/2013/PN.PDG).” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 2019. https://doi.org/10.18415/IJMMU.V6I4.943.
Winandra, Desvia, and Hanafi Tanawijaya. “Penerapan Asas Terang Dan Tunai Dalam Jual Beli Tanah Yang Merupakan Harta Bersama Dalam Perkawinan (Studi Putusan Nomor 1/PDT.G/2019/PN.LBT)” 3 (2021): 1–24. https://doi.org/10.24912/ADIGAMA.V3I2.10556.
3. Peraturan Perundang-undangan
Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.
Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 3.
Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 124.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Putusan No. 718 PK/Pdt/2018.
Pemerintah Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Pendaftaran Tanah: PP No. 24 Tahun 1997, LN No. 59, TLN No. 3696.





























