ANALISIS MARGIN PEMASARAN PETANI SINGKONG DI DUSUN CINYOSOG, DESA PASIRANGIN, KECAMATAN CILEUNGSI, KABUPATEN BOGOR (Analysis of Marketing Margins for Cassava Farmers in Cinyosog Hamlet, Pasirangin Village, Cileungsi District, Bogor Regency)
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran dan menganalisis margin pemasaran singkong di Dusun Cinyosog, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif dengan deskriptif. Data diperoleh dari wawancara langsung dengan petani dan pelaku pemasaran sebagai data primer, serta berbagai literatur sebagai data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik snowball sampling dengan dua petani sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran pemasaran tingkat nol dan saluran pemasaran satu tingkat. Saluran pemasaran tingkat nol memberikan keuntungan lebih besar karena petani menjual hasil panen langsung kepada konsumen. Pada saluran pemasaran satu tingkat, margin pemasaran tertinggi sebesar Rp2.500/kg perolehan pengecer I dan pengecer III, sedangkan margin terendah sebesar Rp1.500/kg perolehan pengecer II. Perbedaan margin pemasaran dipengaruhi oleh harga jual, biaya pemasaran, dan sistem distribusi. Semakin pendek saluran pemasaran, semakin besar keuntungan yang diterima petani.
Kata kunci: singkong, saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran dan menganalisis margin pemasaran singkong di Dusun Cinyosog, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan petani dan pelaku pemasaran, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling dengan dua petani sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran: saluran pemasaran tingkat nol dan saluran pemasaran tingkat satu. Saluran pemasaran tingkat nol memberikan keuntungan yang lebih tinggi karena petani menjual produk mereka langsung kepada konsumen. Pada saluran pemasaran tingkat satu, margin pemasaran tertinggi adalah Rp 2.500/kg, diperoleh oleh Pengecer I dan Pengecer III, sedangkan margin terendah adalah Rp 1.500/kg, diperoleh oleh Pengecer II. Perbedaan margin pemasaran dipengaruhi oleh harga jual, biaya pemasaran, dan sistem distribusi. Saluran pemasaran yang lebih pendek cenderung memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.
Kata kunci: singkong, saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan.
References
Kurniawan, F. R., Prawitasari, S., & Hadi, S. (2019). Analisis Pemasaran Tape Singkong Di Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Agribest, 1–8.
Tarigan, R. L. W., Pakasi, C. B. D., & Porajouw, O. (2024). Analisis Margin Pemasaran Sayuran Selada Hidroponik di Stekaifarm Kelurahan Wailan Kecamatan Tomohon Utara. AGRI-SOSIOEKONOMI, 20(2), 423–430. https://doi.org/10.35791/agrsosek.v20i2.54970
Rukmana, R, (1997). Ubi Kayu:Budi Daya dan Pasca Panen. Kansius.Yogyakarta
Safril, Agussabti, Arida, A., (2018). Analisis Pendapatan Petani dan Margin Pemasaran Garam di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 3(1), 192-203. https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i1.6480









