Keajaiban dalam Pengolahan Sampah Pertanian dan Budaya Keagamaan untuk Ketahanan Pangan
Abstract
Pakan merupakan salah satu hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha peternakan. Pada musim kemarau pakan yang berkualitas sulit didapatkan hal ini mengakibatkan peternak terpaksa memanfaatkan limbah/sampah pertanian, seperti tebon jagung, sisa tebu dll. Sampah pertanian memiliki kandungan nutrisi rendah yang akan berdampak apabila dimakan binatang ternak. Berbagai metode dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi, salah satunya dengan perlakuan fermentasi. Pakan fermentasi merupakan pakan ternak yang telah melalui proses perubahan struktur kimia yang dibantu oleh enzyme mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Sela Peternakan LPPNU Kediri, memberikan teori dan praktek kepada jamaah tani melalui media, Ngaji Tani, Taddarus Tani, Semaan Tani dan Madrasah Pertanian Santri LPPNU Kediri. Pakan fermentasi yang dibuat berbahan, tebon jagung, serat ampas tebu, daduk daun tebu, ampas jagung, dan diberi campuran ragi dan dedak untuk semakin memperkaya kandungan nutrisi dalam ransom pakan. Dengan tahapan pembuatan dimulai dari memperhatikan filsafat keajaiban budaya keagamaan, penyediaan alat dan bahan-bahan, pencacah dan pengilingan bahan-bahan, pencampuran semua bahan dan diakhiri dengan pengemasan serta penyimpanan dalam waktu tertentu. Tujuan yang ingin dicapai adalah memanfaatkan sampah pertanian menjadi pakan ternak yang berkualitas dalam upaya mendukung ketahanan pangan baik lokal, regional maupun nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengolahan sampah pertanian yang dikelola oleh jamaah tani dapat mempengaruhi kualitas pakan kambing dan berkontribusi terhadap kejinakan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0






