Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru ABA dalam Mendukung Kompetensi Sosial Anak Prasekolah dengan Risiko Tinggi GPPH
Abstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dalam mendukung kompetensi sosial anak prasekolah dengan risiko tinggi Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, Aplikasi) yang merupakan pendekatan experiential learning, melibatkan 93 guru perwakilan seluruh TK Aisyiyah se-Kabupaten Sidoarjo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menyusun rencana aksi pribadi yang mencerminkan respons tepat terhadap siswa dengan gejala risiko tinggi GPPH, yang terdistribusi dalam delapan klaster strategi, dengan strategi terbanyak berupa memeluk dan memberikan afirmasi (22%) serta mengajak bicara atau diskusi (20%). Tanggapan peserta menunjukkan bahwa pelatihan bermanfaat dan efektif, terutama karena adanya komponen praktik langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis metode ARKA berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang gejala GPPH dan respons suportif yang tepat dalam mendukung perkembangan kompetensi sosial anak.
References
Ewe, L. P. (2019). ADHD symptoms and the teacher–student relationship: A systematic literature review. Emotional and Behavioural Difficulties, 24(2), 136–155. https://doi.org/10.1080/13632752.2019.1597562
Feldman, R. (2017). The neurobiology of human attachments. Trends in cognitive sciences, 21(2), 80–99.
Field, T. (2010). Touch for socioemotional and physical well-being: A review. Developmental review, 30(4), 367–383.
Fitri, I. M., Nurbadriah, W. D., & Kumalasari, G. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Dengan Tingkat Resiko Gpph Di Tk Muslimat Nurul Anwar Desa Talangagung. Jurnal Keperawatan Terapan, 6(01), 19–26.
Hapsari, I. I., Ariani, D., & Hizbullah, K. (2025). Psikoedukasi deteksi dini anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (GPPH) pada guru dan orangtua. Jendela Akademika, 3(01), 30–35. https://doi.org/10.21009/JendelaAkademika.301.05
Javahery, P., & Bavandi, Z. (2026). Kolb’s experiential learning theory in action: Fostering empathy and practical skills in language teacher education. Reflective Practice, 27(1), 30–44. https://doi.org/10.1080/14623943.2025.2521108
Juniar, S., & Setiawati, Y. (2014). Buku Saku Pedoman Deteksi DIni Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH). CV. Dwiputra Pustaka Jaya. https://repository.unair.ac.id/107170/2/Buku%20Pedoman%20Deteksi%20Dini%20Gangguan%20Pemusatan.pdf
Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2017). Experiential Learning Theory as a Guide for Experiential Educators in Higher Education. Experiential Learning and Teaching in Higher Education, 1(1), 38–38. https://doi.org/10.46787/elthe.v1i1.3362
Krasner, A., Dennis, M., Shoulberg, E. K., Hoza, B., Scott, H., & Martin, C. P. (2022). ADHD Behaviors and Social Functioning in Preschool Children: The Moderating Role of Emotion Recognition. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 44(3), 725–737. https://doi.org/10.1007/s10862-022-09957-9
Kurniawati, E. Y., & Ashari, A. (2021). Pertumbuhan, Perkembangan, dan Kesehatan Mental Emosional Anak Pra Sekolah Usia 36-72 Bulan: Studi di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra. Jurnal Ilmu Kebidanan, 7(2).
Muna, N. R., Jatnika, R., Purwono, U., & Siregar, J. R. (2022). Metode Pelatihan dengan Pendekatan Psikoedukasi untuk Meningkatkan Kemampuan Selective Attention pada Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Jurnal Sains Psikologi, 11(1), 10–24. https://doi.org/10.17977/um023v11i12022p10-24
Murray, D. W., Rosanbalm, K., Christopoulos, C., & Hamoudi, A. (2015). Self-regulation and toxic stress: Foundations for understanding self-regulation from an applied developmental perspective.
Murtani, B. J., Wibowo, J. A., Liu, C. A., Rusady Goey, M., Harsono, K., Mardani, A. A. P., & Wiguna, T. (2020). Knowledge/understanding, perception and attitude towards attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) among community members and healthcare professionals in Indonesia. Asian Journal of Psychiatry, 48, 101912. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2019.101912
Salari, N., Ghasemi, H., Abdoli, N., Rahmani, A., Shiri, M. H., Hashemian, A. H., Akbari, H., & Mohammadi, M. (2023). The global prevalence of ADHD in children and adolescents: A systematic review and meta-analysis. Italian Journal of Pediatrics, 49(1), 48. https://doi.org/10.1186/s13052-023-01456-1
Susilowati, L., Hajjar, A. S., & Suryati, S. (2021). Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas pada Anak Pengguna Gadget. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(1), Article 1. https://doi.org/10.32584/jikj.v4i1.810
Tristanti, I., Indanah, I., & Prasetyo, T. I. (2020). Kejadian Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktivitas (Gpph) Pada Anak Pra Sekolah Di Rsud Dr Loekmonohadi Kudus. Indonesia Jurnal Kebidanan, 4(1), 23–30.
Wasliah, I., Pratiwi, E. A., Pradnyantayani, N. L. P., & Mataram, P. N. S. Y. (2020). Hubungan penggunaan gadget terhadap risiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas anak usia prasekolah di paud cempaka desa batu mekar lingsar. Jurnal Prima, 6(3), 17–26.
Widyastuti, W., Hartini, N., & Nawangsari, N. A. F. (2024). The Risk of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in Preschool Children. Proceeding International Symposium on Global Education, Psychology, and Cultural Synergy, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.30651/psychoseries.v1i1.25259
Williford, A. P., & Wolcott, C. S. (2015). SEL and student-teacher relationships.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











