Writing for Healing: Pelatihan Aplikasi Journaling Digital untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa
Abstract
Permasalahan kesehatan mental pada remaja menjadi perhatian penting di lingkungan pendidikan. Tekanan akademik, tuntutan sosial, serta kesulitan dalam memahami dan mengelola kondisi psikologis dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan self-worth siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan mental dan self-worth melalui pelatihan digital journaling. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui metode pelatihan dan pendampingan berbasis experiential learning. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, psychoeducation kesehatan mental, pelatihan teknik journaling, praktik digital journaling, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 40 siswa SMA yang berdasarkan hasil analisis kebutuhan, menunjukkan adanya stres akademik ringan serta kesulitan emosional. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman kesehatan mental sebesar 25% dan peningkatan self-worth sebesar 29,8% setelah mengikuti kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan digital journaling dapat menjadi salah satu media edukatif dan reflektif yang mendukung peningkatan pemahaman siswa tentang kesehatan mental dan self-worth. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik kepada siswa dalam menggunakan digital journaling sebagai sarana refleksi diri secara mandiri.
References
American Psychological Association. (2023). Health advisory on social media use in adolescence. APA. Retrieved from https://www.apa.org/news/press/releases/2023/05/social-media-adolescent-health
APJII. (2023). Laporan survei internet APJII 2023: Penetrasi & perilaku pengguna internet Indonesia. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Retrieved from https://apjii.or.id
Baird, K., & Kracen, A. C. (2006). Expressive writing and narrative as therapeutic tools for adolescents. Journal of Clinical Psychology, 62(9), 1071–1080. https://doi.org/10.1002/jclp.20274
BPS. (2023). Statistik Pendidikan Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.
Dizon, R. G. (2021). The use of mobile journaling apps and its effects on emotional awareness and mental wellness of senior high school students. International Journal of Education and Research, 9(2), 117–129.
Dizon, R. M. (2021). Digital journaling and its effects on emotional regulation among adolescents. International Journal of Psychological Studies, 13(2), 14–22. https://doi.org/10.5539/ijps.v13n2p14
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. New York: W. W. Norton & Company.
Harter, S. (2012). The Construction of the Self: Developmental and Sociocultural Foundations (2nd ed.). Guilford Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kompas.com. (2024). Siswa SMA coba bunuh diri karena tekanan sosial: Ini kata psikolog dan pihak sekolah. Retrieved from https://www.kompas.com
Lukens, E. P., Stoeckl, K., & Burke, J. (2023). Systematic review of digital mental health interventions for adolescents: Efficacy and implementation challenges. Frontiers in Psychology, 14, 12213.
Mruk, C. J. (2006). Self-esteem research, theory, and practice: Toward a positive psychology of self-esteem (3rd ed.). New York: Springer Publishing Company.
Orth, U., Robins, R. W., & Meier, L. L. (2014). Disentangling the effects of low self-esteem and stressful events on depression: Findings from three longitudinal studies. Journal of Personality and Social Psychology, 107(4), 707–722. https://doi.org/10.1037/a0036913
Pennebaker, J. W. (1997). Writing about emotional experiences as a therapeutic process. Psychological Science, 8(3), 162–166. https://doi.org/10.1111/j.1467-9280.1997.tb00403.x
Pennebaker, J. W., & Smyth, J. M. (2016). Opening up by writing it down: How expressive writing improves health and eases emotional pain (3rd ed.). New York: The Guilford Press.
Pennebaker, J. W., & Chung, C. K. (2018). Expressive writing, emotional upheavals, and health. In H. Friedman (Ed.), Encyclopedia of Mental Health (2nd ed.). Academic Press.
Puspitasari, D. (2022). Self-worth dan kesehatan mental remaja di masa pandemi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(2), 130–139.
Puspitasari, D. (2022). Tingkat Kesehatan Mental Remaja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Psikologi Indonesia, 19(1), 44–56.
Putri, A. F., & Rahmawati, N. (2023). Expressive writing therapy to reduce stress in adolescents who experience bullying. Jurnal Psikologi Konseling, 12(2), 99–110.
Saboor, F., Medina, J., & Marciano, L. (2024). Digital positive psychology interventions for youth mental health: A systematic review. JMIR Mental Health, 11(1), e56045.
Santrock, J. W. (2018). Adolescence (16th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
UNICEF. (2021). The State of the World's Children 2021: On My Mind – Promoting, protecting and caring for children’s mental health. New York: United Nations Children's Fund. Retrieved from https://www.unicef.org/reports/state-worlds-children-2021
WHO. (2020). Global School-Based Student Health Survey (GSHS) – Indonesia Fact Sheet 2020. Geneva: World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











