Edukasi Sains Sederhana untuk Anak-Anak melalui Kegiatan Science Camp di Hutan Kota Joyoboyo Kediri
Abstract
Sains tidak hanya mempelajari alam dan fenomena alam, tetapi juga tentang cara berpikir dan proses ilmiah yang terstruktur untuk mendapatkan fakta. Pengenalan sains pada anak usia dini dengan kegiatan science camp sangat menarik dan bermanfaat karena dapat mengembangkan aspek kognitif, emosional, dan sosial mereka. Selain itu kegiatan ini juga dapat meningkatkan pola pikir kritis, logis dan kreatif pada anak usia dini. Kegiatan pengenalan sains bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan anak-anak dengan lingkungan, serta supaya anak-anak paham dengan fenomena alam sekitar. Metode yang digunakan pada kegiatan ini melalui tiga tahap yaitu pengenalan konsep dasar ilmu sains, melalukan lima percobaan sederhana yaitu perbedaan densitas, reaksi lava, hujan Pelangi, gambar ajaib, dan angry balon, serta tahap terakhir adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta dan keberhasilan kegiatan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan oleh minat peserta yang ingin diadakan lagi kegiatan serupa dengan skor rata-rata 3,75, serta tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan sebesar 85,83%.
References
Izzuddin, A. (2019). Sains dan Pembelajarannya pada Anak Usia Dini. Bintang: Jurnal Pendidikandan Sains, 1(3), 353–365.
L, I. (2019). EVALUASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 920–935. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v9i2.427
Nufus, S. A. H. (2022). Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Anak Usia 4-5 Tahun melalui Permainan Sains Rambatan Warna. JURNAL PAUD AGAPEDIA, 6(1), 59–70. https://doi.org/10.17509/jpa.v6i1.48200
Robiah, R., Renaldi, U., & Melani, A. (2021). Kajian pengaruh laju alir NaOH dan waktu kontak terhadap absorpsi gas CO2 menggunakan alat absorber tipe sieve tray. Jurnal Distilasi, 6(2), 27–35.
Roostin, E., & Swandhina, M. (2019). Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini Dengan Model Pembelajaran Sentra Bahan Alam. Teknodika, 17(2), 39. https://doi.org/10.20961/teknodika.v17i2.34996
Saepudin, A. (2011). Pembelajaran Sains pada Program Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Teknodik, 15(2), 213–226.
Sukmah, F. (2023). Hutan Joyoboyo, Pelepas Penat Di Tengah Kota Kediri. https://nativeindonesia.com/Hutan-Joyoboyo/
Susilowati, N. (2016). Pengenalan Sains Melalui Percobaan Sederhana Pada Anak Kelompok B Di Kb-Ra It Al-Husna Yogyakarta. Pendidikan Guru PAUD S-1, 5(5), 551–560.
Syahrul, F. S., Kartini, M., & Rika, K. (2023). Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Keterampilan Proses Sains Anak Usia 5-6 Tahun. Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal, 1(3), 123–141. https://doi.org/10.59638/ihyaulum.v1i3.107
Tanjung, Y. P., & Puspitasari, I. (2019). Formulasi dan evaluasi fisik tablet effervescent ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). Farmaka, 17(1), 1–14.
Tutik, T., Fitriani, E., Falla, F., Utami, K. B., Febriasti, N. A., & Putri, M. M. (2022). Pemanis dan pewarna pada makanan jajanan. Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM), 5(2), 94–102.
Wandini, R. R., Wahyuni, A. T., Ramadhani, W., Yunita, I., & Nafira, T. (2022). Eksperimen perubahan wujud benda menggunakan cuka, soda kue dan susu. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(3), 2028–2031.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











