Karapan Sapi Tangghe’ : Budaya Pesta Toron Tana dan Pasca Panen (Perspektif Normatif, Historis dan Sosial-Ekonomi)

  • Moh. Zali Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Madura
  • Selvia Nurlaila Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Madura
  • Diasyurannyta Adeputri Marhaeni Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Madura
  • Bambang Kurnadi Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Madura
  • A. Yudi Heryadi Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Madura
  • Imam Ubaidillah Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Madura

Abstract

Karapan sapi tangghe’merupakan pesta kecil dalam upaya ungkapan doa dan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa. Pesta atau selamatan turun tanah dan panen hasil tani dalam satu tahun masa tanam. Tradisi masyarakat dalam budaya selamatan melibatkan ternak sapi Madura yang dikenal dengan  tangghe’   (pameran,  tampilan  dan  kebersamaan).  Kelestarian  sapi  tangghe’  tergerus perjalanan memasuki masa evolusi modern dengan berbagai pola yang ditampilkan (komersialisasi dalam karapan sapi pacu (bullracess). Pergerseran nilai budaya yang ada, sementara dipertahankan dengan sedikit polesan dari para sesepuh pencinta karapan sapi tangghe’ di kabupaten sumenep. Salah satu yang dipertahankan adalah double method antara sapi karapan pacu dan kontes sapi hias dalam satu kali event pelaksanaan. Kegagahan dan keindahan sapi Madura jantan dapat terlihat dalam pesta toron tana (cocok tanam pertama musim penghujan) dan pasca panen masyarakat Madura.


.


 


 

References

Astutik Kurnia Fahmi, sarmini. 2014. Budaya kerapan sapi sebagai modal sosial masyarakat madura di kecamatan Sepulu kabupaten bangkalan. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 1
Volume 3 Tahun 2014, HAL 324-342. Creswell, J. W. (2010). Research design:
pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan
mixed. Yogjakarta: PT Pustaka Pelajar
Dedi Mulyadi, 2017. Seminar Nasional Sarung Nusantara pada 6 April 2017. https://ibtimes.id/menyingkap-makna- dan-filosofi-di-balik-penggunaan-sarung.
Jonge, Huub de, ed. ,1989.
Agama,Kebudayaan, dan Ekonomi:
Studi Interdisipliner tentang Masyarakat
Madura. Jakarta: Rajawali. Press


Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara. Mugijatna. 2008
Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A. Methods Sourcebook, Edition 3. USA:
Sage PublicationTs

EMPLATE
S Nurlaila, B Kurnadi, M Zali, H Nining, 2019.
Status reproduksi dan potensi sapi
Sonok di Kabupaten Pamekasan. Jurnal
Ilmiah Peternakan Terpadu.
Ndraha, Taliziduhu. 2005. Teori Budaya
Organisasi. Jakarta: PT Rineka Cipta
Yuliansyah, F. 2016.Pemaknaan Sapi Sonok
Bagi Masyarakat Madura. Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya
M Zali, AY Heryadi, S Nurlaila, Z Fanani.
2018. Madura cattle agribusiness performance and feasibility in Galis
region, Madura - Int. J. Adv. Multidiscip. Res, 2018
M Zali . 2018. The interplay of traditional cultural events and cattle farm: humans
and animals as victims of madurese ancient tradition - Adv. Anim. Vet. Sci,
6(9): 347-354.
M Zali. 2018. Critics for violating animal welfare in the cruel side of culture:
indonesian perspectives. Adv. Anim.
Vet. Sci. 6(9): 372-379.
Published
2025-10-20
How to Cite
ZALI, Moh. et al. Karapan Sapi Tangghe’ : Budaya Pesta Toron Tana dan Pasca Panen (Perspektif Normatif, Historis dan Sosial-Ekonomi). Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 50-54, oct. 2025. ISSN 2598-6325. Available at: <https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/FilliaCendekia/article/view/6828>. Date accessed: 23 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.32503/fillia.v10i1.6828.