Analisis Finansial Plasma Ayam Broiler Pola Kemitraan Di Sleman, Yogyakarta

  • Sugiarti Sugiarti Universitas Islam Kalimantan MAB

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan finansial pola kemitraan pada usaha ayam broiler di Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2006. Materi penelitian adalah peternak plasma dari tiga perusahaan inti yang berlokasi di Sleman. Responden peternak plasma diambil secara proporsional random sampling dari masing-masing perusahaan inti sehingga berjumlah 31 peternak responden. Metode penelitian menggunakan metode survey. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan kuesioner. Analisis data untuk menentukan kelayakan finansial menggunakan kriteria NPV, BCR dan IRR dilengkapi dengan analisis sensitivitas. dan simulasi terhadap harga pakan (input) dan harga ayam broiler (output). Perhitungan finansial dengan periode waktu investasi lima tahun dan discount factor 13% pada kondisi saat penelitian sehingga diperoleh hasil finansial untuk peternak plasma dari ketiga perusahaan inti ayam broiler yang secara rata-rata menunjukkan bahwa usaha layak dilakukan yang ditunjukkan dari nilai NPV positif sebesar Rp 61.271.162,51, BCR sebesar 1,04 dan IRR sebesar 20,70%. Dari hasil ini juga diperoleh bahwa perusahaan inti Bintang yang paling baik berdasarkan kriteria NPV, BCR dan IRR disusul dengan inti Janu Putra dan terakhir inti MPJ. Variasi hasil cukup besar antar peternak dari ketiga perusahaan inti disebabkan karena perbandingan pemasukan dengan pengeluaran yang berbeda-beda antar peternak plasma kemitraan.  Hasil ini juga sesuai dengan tingkat produktivitas usaha kemitraan ayam broiler pada tiga perusahaan inti yang meliputi  FCR (1,7; 1,9 dan 1,8) dan mortalitas (3,5; 3,8 dan 3,0%) bahwa perusahaan inti yang baik adalah Bintang disusul Janu Putra dan terakhir adalah MPJ. Berdasarkan hasil FCR menunjukkan lebih kecil atau sama dengan standar yang telah ditetapkan. Walaupun untuk manajemen, pakan, obat dan lainnya untuk peternak plasma dari ketiga perusahaan inti adalah relatif sama. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas diperoleh bahwa apabila harga pakan tetap, harga ayam broiler turun maka usaha kemitraan ayam broiler layak sedangkan untuk harga pakan naik dan harga ayam broilert tetap atau harga pakan naik, harga ayam broiler naik menyebabkan usaha kemitraan ayam broiler tidak layak dilakukan sehingga simulasi dapat dilakukan terhadap kenaikan dan penurunan harga pakan sebesar 5% dan ayam broiler sebesar 10% untuk mencari ketepatan mana yang seharusnya dialami peternak untuk mendapatkan kondisi keleyakan usahanya yang meliputi 1) harga pakan tetap, harga ayam broiler turun dan 2) harga pakan naik, harga ayam broiler naik. Berdasarkan hasil analisis simulasi diperoleh bahwa apabila harga pakan tetap dan penurunan harga ayam broiler sebesar 10%  menyebabkan usaha ayam broiler tidak layak diusahakan karena memberikan NPV negatif (Rp 5.250.535.533,49); BCR sebesar 0,37 dan IRR yang lebih rendah dari tingkat suku bunga bank sedangkan apabila adanya kenaikan harga pakan sebesar 5% haruslah diimbangi dengan kenaikan harga ayam broiler sebesar 10% sehingga peternak masih memperoleh keuntungan dan usaha ayam  broiler yang dijalankan bertahan dengan nilai NPV sebesar Rp 1.210.854.831; BCR sebesar 1,14 dan IRR sebesar 36,47%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis investasi pada peternak plasma ayam broiler dengan jangka waktu lima tahun dan discount faktor 13% menunjukkan secara rata-rata layak untuk diusahakan, ditunjukkan dari nilai NPV positif (Rp 61.271.162,51), BCR > 1 (1,04) dan IRR lebih besar dari discount fator (20,70%) sehingga kemitraan ayam broiler merupakan alternatif untuk memberikan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan peternak. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan pada apabila harga pakan tetap, harga ayam broiler turun 4,13% maka usaha ayam broiler peternak plasma layak diusahakan. Namun apabila harga pakan naik 5,78% dan harga ayam broiler tetap atau harga pakan naik 5,78% dan harga ayam broiler juga naik 4,13% maka usaha ayam broiler tidak layak diusahakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa apabila harga pakan tetap tetapi harga ayam broiler turun sampai dengan 10% maka kondisi finansial peternak menjadi tidak layak. Agar kondisi finansial peternak tetap layak maka apabila ada kenaikan pakan 5% harus diimbangi dengan kenaikan ayam broiler dua kali lipat dari harga pakan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-10-29
How to Cite
SUGIARTI, Sugiarti. Analisis Finansial Plasma Ayam Broiler Pola Kemitraan Di Sleman, Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 66-69, oct. 2019. ISSN 2598-6325. Available at: <https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/FilliaCendekia/article/view/640>. Date accessed: 25 may 2020. doi: https://doi.org/10.32503/fillia.v4i2.640.