Analisis Kelayakan Usaha Sapi Perah Rakyat Strata-2 (Studi Kasus di Wilayah Ngancar-Kabupaten Kediri)
Abstract
Kelayakan usaha sapi perah rakyat merupakan indikator keberhasilan sebuah bisnis sapi perah yang berkaitan dengan peningkatan produksi, produktifitas ternak dan kualitas hidup peternak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan usaha sapi perah rakyat di wilayah Ngancar-Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, teknik pengumpulan data dengan metode survey dan analisis data dengan metode deskriptif triangulasi. Jumlah sampel sebanyak 25 peternak (farm). Teknik menentukan sampel dengan mengundi table bilangan random. Hasil penelitian berupa produk unggulan berupa susu segar grade A dengan harga per liter Rp. 9000 dan sudah memiliki pasar tetap yaitu PT Nestle. Teknik pemeliharaan ternak secara umum telah memenuhi standar pemeliharaan. Kelembagaan dan organisasi masyarakat berjalan baik, Aspek finansial menunjukkan bahwa peteranak mendapat keuntungan (NPV> 0, (yaitu 108.704.530), IRR=26,4%, PBP=4 tahun, dan ROI = positif (17,4%). Seluruh peternak merasa aman dan nyaman dengan pedapatannya didukung dengan ingkungan hidup dan lingkungan usaha yang nyaman pula. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa usaha sapi perah pada strata-2, layak untuk dikembangkan berdasar aspek: pemasaran, teknis pemeliharaan ternak, kelembagaan dan organisasi, keuangan (finasial), sosial ekonomi dan lingkungan, sedangkan untuk aspek hukum masih perlu perhatian.
Kata Kunci: kelayakan usaha, peternakan sapi perah rakyat strata 2, Kab. Kediri.
References
Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif Untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Djauhari, M. A. (2020). Ukuran Sampel: Formula Generik Bagi Praktisi Sains Sosial. Bandung: ITB press.
Hasibuan, B. (2016). Perlindungan Hukum Terhadap Peternak Sapi Perah Dikaitkan Dengan Keberadaan Asosiasi Peternak Sapi Perah Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Peternak. Jurnal Wawasan Yuridika, 34(1), 114–129. https://doi.org/10.25072/jwy.v34i1.112
Lestariningsih, M. (2008). Peran Serta Wanita Peternak Sapi Perah Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan" EKUITAS", 12(1), 121–141. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2008.v12.i1.236
Makatita, J. (2013). Hubungan Antara Karakteristik Peternak Dengan Skala Usaha Pada Usaha Peternakan Kambing di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Agrinimal, 3(2), 78–83. https://ejournal.unpatti.ac.id/ppr_paperinfo_lnk.php?id=716
Marjono, & Romjali, E. (2007). Teknologi Pakan Protein Untuk Sapi Potong. Agroinovasi: Sinar Tani. https://sinartani.co.id/?s=teknologi+pakan+protein+untuk+sapi+potop
Murwanto, A. G. (2008). Karakteristik Peternak dan Tingkat Masukan Teknologi Peternakan Sapi Potong di Lembah Prafi Kabupaten Manokwari: Farmer Characteristic and Level of Technology Inputs of Beef Husbandry at Prafi Valley, Regency of Manokwari. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science), 3(1), 8–15. https://doi.org/10.46549/jipvet.v3i1.349
Nazir (2011). Metode Penelitian.Cetakan ke 7.ISBN 979-450-173-5. Ghalia Indonesia. Bogor.
Nurdiyansah, I., Suherman, D., & Putranto, H. D. (2020). Hubungan Karakteristik Peternak Dengan Skala Kepemilikan Sapi Perah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Bulletin of Tropical Animal Science, 1(2), 64–74. https://doi.org/10.31186/bpt.1.2.64-74
Nurmalina, R., Sarianti, T., & Karyadi, A. (2018). Studi Kelayakan Bisnis. Bogor: IPB Press.
Nurtjahya, E., Rumentor, S. D., Salamena, J. F., Hernawan, E., Darwati, S., & Soenarmo, S. M. (2003). Pemanfaatan Limbah Ternak Ruminansia Untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan. Makalah Pengantar Falsafah Sains. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. http://tumoutou.net/6_sem2_023/kel4_sem1_023.htm
Paturochman, M. (2005). Hubungan Antara Tingkat Pendapatan Keluarga Peternak Dengan Tingkat Konsumsi (Kasus di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan). Sosiohumaniora, 7(3), 264. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v7i3.5356
Poetri, N. A., Basith, A., & Wijaya, N. H. (2014). Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah Kunak (Studi Kasus Usaha Ternak Kavling 176, Desa Pamijahan Kab. Bogor). Jurnal Manajemen Dan Organisasi, 5(2), 122–138. https://doi.org/10.29244/jmo.v5i2.12147
Rosyadah, A., Sunaryo, M., Zahra, J. S., Ramadhani, H. K., Hikmiah, S., Apriyanti, A. A., Thoba, M. N. D., Saputra, N. I., Taqiyyaa, N. K., & Wibisono, F. (2023). Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Terhadap Pembuatan Biogas dan Pupuk Organik di Desa Madureso, Mojokerto:-. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(2), 711–720. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i2.915
Siregar, A. R. (2004). Pengembangan Ternak Kerbau Melalui Aplikasi Inseminasi Buatan (IB) di Indonesia. Makalah Disampaikan Pada Seminar Dan Lokakarya Nasional Peningkatan Populasi Dan Produktivitas Ternak Kerbau Di Indonesia. LIPI.
Sugiyono (2016). Memahami Penelitian Kualitatif.cetakan ke 12. ISBN 979-8433-37-X. CV Alfabeta. Bandung.
Tarumingkeng, R. C., & Purwantara, B. (2003). Pemanfaatan Limbah Ternak Ruminansia untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan. Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor March 2003. https://www.rudyct.com/PPS702-ipb/06223/kel4_sem1_023.htm
Wahyuni, S. (2013). Panduan Praktis Biogas. Depok: Penebar Swadaya Grup.
Yusdja, Y. (2005). Kebijakan Ekonomi Industri Agribisnis Sapi Perah di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 3(3), 256–268. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/akp/article/view/995

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.