STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PETANI TEBU DI KABUPATEN TUBAN

  • Kiyuo Kiki Lestari Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri Kediri
  • Sumarji Sumarji Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri Kediri
  • Ahsin Daroini Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri Kediri

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis karakteristik petani, risiko usahatani tebu, persepsi petani dalam menghadapi risiko usahatani serta menganalisis strategi manajemen risiko yang dilakukan petani tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2017 di Desa Bader Kecamatan Jatirogo dan Desa Margorejo Kecamatan Parengan pada 50 petani sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko produksi, biaya dan pendapatan termasuk dalam kategori risiko rendah. Faktor utama yang menjadi penyebab risiko usahatani tebu adalah perubahan iklim, ketersediaan modal dan harga jual. Strategi pengelolaan risiko ex-ante dilakukan dengan menggunakan satu varietas dan menggunakan benih bersertifikasi. Strategi pengelolaan risiko interactive dilakukan bila terjadi kerusakan segera disulam, jika kesulitan tenaga kerja petani mengambil tenaga kerja dari luar desa dan jika kekurangan modal petani meminjam dari bank atau pabrik gula. Strategi pengelolaan risiko ex-post dilakukan jika terjadi kegagalan usahatani maka petani memenuhi kebutuhan keluarga dengan menggunakan pendapatan dari pekerjaan lainnya, mengambil tabungan, atau meminjam bank.

Published
2020-03-11
How to Cite
LESTARI, Kiyuo Kiki; SUMARJI, Sumarji; DAROINI, Ahsin. STRATEGI MANAJEMEN RISIKO PETANI TEBU DI KABUPATEN TUBAN. Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 31-39, mar. 2020. ISSN 2715-9086. Available at: <https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/agribisnis/article/view/987>. Date accessed: 11 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.32503/agribisnis.v19i1.987.