Analisis Daya Saing Porang di Pasar Global (Studi Kasus: Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun)
Abstract
Abstract
Porang is a tuber commodity that has a high selling value in the global market so that many farmers do farming in Indonesia. One of the porang centers in Indonesia is Saradan District, Madiun Regency. The main challenge that porang farmers complain about is the volatility of output prices due to the closure of the Indonesian porang export market by China. The reason is that the quality of porang in Indonesia is not worth trading in the global market. In addition, farmers also face problems with financing, especially in terms of purchasing bulbils (seeds). In order to assist farmers in overcoming these challenges. The objectives of the study are 1) to determine the comparative advantage and competitive advantage of porang in Saradan District, Madiun Regency and 2) to determine whether there arechanges in input-output prices on the comparative advantage and competitive advantage of porang in Saradan District, Madiun Regency. The approachused is Policy Analysis Matrix. The results of the above analysis can be concluded that the competitive advantage and comparative advantage of porang are very good, this is because the value of KP and KPE is less than 1.
References
A. Asriadi dan N. Husain, “Kajian model networking kemitraan dalam peningkatan daya saing agribisnis umbi porang di Kecamatan Pattalassang,” Seminar Nasional Hasil Penelitian, Universitas Politeknik Negeri Ujung Pandang, 2020.
A. Azis dan I. Ilham, “Analisis akuntansi manajemen dan strategi operasi terhadap inovasi perusahaan (Studi pada PT Al-Fatih Porang Indonesia),” Journal AK-99, 2024.
A. I. Camelia dan M. Indiriani, “Registrasi lahan sebagai syarat traceability dari Certificate of Origin untuk ekspor: Studi porang Desa Kepel Kecamatan Kare-Madiun,” Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2023.
D. K. R. Kuncoro, M. I. R. Layyinah, dan A. Harjanto, “Pengembangan produk beras porang menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD),” Universitas Sebelas Maret, 2024.
A. Masniawati dan Y. Yusran, “Workshop manajemen pengemasan dan pemasaran porang dan biofertilizer di Desa Garangtungan, Bulukumba,” Community Development Journal, Universitas Pahlawan, 2023.
R. A. Ningrum dan I. Marina, “Porang alternatif petani di Majalengka sebagai tanaman palawija bernilai ekonomi tinggi,” Journal of Innovation and Research on Agriculture, 2022.
P. Padusung, F. Fahrudin, dan M. Mahrup, “Meningkatkan kesejahteraan petani hutan melalui integrasi tanaman porang (Amorphophallus onchophyllus) dengan vegetasi tegakan di kawasan Rinjani,” Prosiding Seminar Nasional UMMAT, 2020.
E. Poedjioetami, S. Syamsuri, dan T. MCA, “Ipteks bagi masyarakat Desa Tawangrejo melalui usaha pengeringan porang,” Eprints Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 2016.
P. S. Puspitorini dan P. A. Cahyono, “Pemberdayaan masyarakat Jembul dengan teknologi tepat guna pengolahan chips porang dalam meningkatkan daya saing,” International Journal of Community Service Learning, 2019.
E. Rahman dan V. Monandes, “Penerapan SNI produk berbasis porang dalam memperkuat daya saing industri nasional,” Media Neliti, 2023.
R. Rofiqoh, “Perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa sekitar hutan dalam usahatani porang (Amorphophallus Muelleri B.) di Desa Bendoasri, Kabupaten Nganjuk,” Repository Universitas Brawijaya, 2018.
A. A. Setyaningbudi dan N. K. Hidayat, “Analisis daya saing usahatani porang di Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun,” Indonesian Journal of Agricultural Economics, 2024.
B. Sudoyo, “Peningkatan produksi porang (Amorphophallus muelleri Blume) melalui pemilihan bahan tanam dan pengaturan C-organik tanah,” Repository IPB, 2023.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0






