Pengaruh Pendidikan, Pelatihan dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Migas di PT VME Process
Abstract
Industri minyak dan gas bumi (migas) dikenal sebagai sektor yang memiliki tingkat risiko serta kompleksitas pekerjaan yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk memiliki sumber daya manusia dengan kinerja yang baik agar aktivitas operasional dapat berjalan secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Populasi penelitian meliputi seluruh karyawan aktif di PT VME Process. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang ditentukan melalui perhitungan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Tahapan analisis meliputi uji validitas, uji reliabilitas, pengujian asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,012 (<0,05). Selain itu, pelatihan juga terbukti memberikan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), sedangkan pengalaman kerja menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,018 (<0,05).
Berdasarkan hasil pengujian simultan (uji F), diperoleh nilai F hitung sebesar 45,327 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi yang ditunjukkan oleh Adjusted R² sebesar 0,62 mengindikasikan bahwa sekitar 62% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 38% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa peningkatan kinerja karyawan pada sektor migas dapat didorong melalui pengelolaan sumber daya manusia yang lebih terarah, antara lain dengan memperhatikan kesesuaian tingkat pendidikan, pelaksanaan program pelatihan yang berbasis kompetensi serta keselamatan kerja, dan pemanfaatan pengalaman kerja karyawan secara optimal dalam proses operasional perusahaan.
References
Aisyah, N. (2021). Pengaruh Pendidikan, Pelatihan, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada UMKM Kuliner di Bandung.
Fauzan, M., & Yuliana, S. (2021). Pengaruh pelatihan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(1), 45–57.
International Association of Oil & Gas Producers (IOGP). (2020). Competency Training Framework for Oil and Gas Industry. London: IOGP.
Lestari, D., & Handayani, S. (2020). Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai. Jurnal Administrasi Publik, 6(3), 211–224.
Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2021). Human Resource Management. Boston: Cengage Learning.
Pratama, W., & Lestari, D. (2021). Pengembangan SDM Melalui Pendidikan Formal dan Nonformal. Jakarta: Prenadamedia Grup.
Wahyuni, S., & Hidayat, T. (2022). Pengaruh pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ilmu Administrasi, 9(2), 120–135.
Werner, J. M., & DeSimone, R. L. (2012). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Mason: Cengage Learning.
Youndt, M. A., Snell, S. A., Dean, J. W., & Lepak, D. P. (1996). Manajemen sumber daya manusia, strategi manufaktur, dan kinerja perusahaan. Academy of Management Journal, 39(4), 836–866.
Zhou, J., & George, J. M. (2001). Ketika ketidakpuasan kerja mendorong kreativitas. Academy of Management Journal, 44(4), 682–696.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License














