PENGARUH JENIS KEMASAN DAN PERIODE SIMPAN TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH TIMUN APEL (Cucumis sp.)
Abstract
Rendahnya produksi timun apel disebabkan oleh kurangnya penggunaan benih yang berkualitas. Periode penyimpanan merupakan salah satu tahapan penanganan pasca panen yang harus diperhatikan untuk menjaga benih berkualitas. Penyimpanan benih bertujuan untuk mempertahankan viabilitas dan vigor benih dalam periode simpan yang panjang. Pemilihan jenis kemasan yang tepat diperlukan untuk melindungi benih dari pengaruh lingkungan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis kemasan dan periode simpan yang memberikan hasil terbaik terhadap viabilitas dan vigor benih timun apel (Cucumis sp.). Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang, dilakukan mulai dari bulan Januari 2024-April 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 10 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali: A (Kontrol), B (Plastik Polyprophylene+4 minggu), C (Plastik Polyprophylene+8 minggu), D (Plastik Polyprophylene+12 minggu), E (Kertas Samson+4 minggu), F (Kertas Samson+8 minggu), G (Kertas Samson+12 minggu),H (Aluminium foil+4 minggu), I (Aluminium foil+8 minggu), J (Aluminium foil+12 minggu). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang paling baik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh nyata jenis kemasan dan periode simpan terhadap viabilitas dan vigor benih timun apel (Cucumis sp.). Perlakuan jenis kemasan aluminium foil memberikan hasil tertinggi pada parameter daya berkecambah penyimpanan 12 minggu sebesar 94,55%, indeks vigor penyimpanan 12 minggu sebesar 20,61%, kecepatan tumbuh penyimpanan 12 minggu sebesar 11,82%, dan keserempakan tumbuh penyimpanan 12 minggu sebesar 73,94%.
References
Destiana, I., Darmawati, E., dan Pujantoro, L. 2016. Pengaruh Beberapa Kemasan Plastik Terhadap Kualitas Benih Kedelai Selama Penyimpanan. Jurnal Keteknikan Pertanian, 04(1), 45–52. https://doi.org/10.19028/jtep.04.1.45-52
Dharma, S., Sakka Samudin, A., dan Eka, I. P. 2015. Perkecambahan benih pala (Myristica fragrans Houtt.) dengan metode skarifikasi dan perendaman ZPT alami (Doctoral dissertation, Tadulako University).
Ermawati, E., Nurmauli, N., Timotiwu, P. B., dan Bimantara, R. D. 2022. Studi Bahan Kemasan terhadap Viabilitas Benih Kedelai (Glycine max [L.] Merril) Pasca simpan Dua Belas Bulan di Ruang Simpan Suhu Rendah. Jurnal Agrotropika, 21(1), 13. https://doi.org/10.23960/ja.v21i1.5509
Halimursyadah, Syamsudin, Hasanudin, Efendi, Anjani, N. 2020. Penggunaan kalium nitrat dalam pematahan dormansi fisiologis setelah pematangan pada beberapa galur padi mutan organik spesifik lokal Aceh. 19(1): 1061-1068.
Harsono, N. A., Bayfurqon, F. M., dan Azizah, E. 2021. Pengaruh Periode Simpan dan Konsentrasi Ekstrak Bawah Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Timun Apel (Cucumis sp.). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. Https://Jurnal.Unibrah.Ac.Id/Index.Php/JIWP, 7(1), 41. http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/23921
Kartika dan Wahyuni, W. 2024. Praktek Penyimpanan Benih Padi Lokal dan Nasional di Kepulauan Bangka. Jurnal Pertanian Dan Lingkungan, 10(2), 1–43.
Mareta, D, T., Sofia, N., A. 2011. Pengemasan Produk Sayuran Dengan Bahan Kemas Plastik Pada Penyimpanan Suhu Ruang Dan Suhu Dingin. Mediagro, 7(1), 26–40. https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT
Paramita, K. E., Suharsi, T. K., dan Surahman, M. 2018. Optimasi Pengujian Daya Berkecambah dan Faktor yang Mempengaruhi Viabilitas dan Vigor Benih Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Penyimpanan. Bul Agrohorti, 6(2), 221–230.
Perdana, M. A., Moeljani, I. R., dan Djarwatiningsih, P. S. 2023. Pengaruh Masa Simpan dan Suhu Simpan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Coating Kedelai. Jurnal Agrium, 20(1), 1–7.
Ramadhani, F., Surahman, M., dan Ernawati, A. 2018. Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Varietas Anjasmoro. Buletin Agrohorti, 6(1), 21–31. https://doi.org/10.29244/agrob.v6i1.16820
Rosita, A., Sugiono, D., dan Azizah, E. 2022. Invigorasi Benih Timun Apel (Cucumis melo L.) Dengan Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Naa (Naphtaleine Acetic Acid) dan Ekstrak Tauge Selama Periode Pembibitan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(July), 64–72.
Sadjad, S. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Grasindo.
Sari, W., dan Faisal, M. F. 2017. Pengaruh Media Penyimpanan Benih Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Padi Pandanwangi. Agroscience, 7(2), 300–310.
Silaban, A., Sugiono, D., dan Samaullah, H. M. Y. 2021. Pengaruh Pemberian Air Kelapa Muda (Cocos nucifera L.) dan Jenis Varietas Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). 7(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.4659026
Suryanto, H. 2013. Pengaruh Beberapa Perlakuan Penyimpanan Terhadap Perkecambahan Benih Suren (Toona sureni). Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 2(1), 26. https://doi.org/10.18330/jwallacea.2013.vol2iss1pp26-40

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution License


